IHSG Ditutup Menguat 0,79% ke 5.096,83

calendar_today November 02, 2026 at 16:03 person By Admin schedule 2 hours ago
IHSG Ditutup Menguat 0,79% ke 5.096,83

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.096,83, naik 39,78 poin atau 0,79% pada perdagangan Senin (2/11/2026).

Pergerakan indeks hari ini cukup fluktuatif. IHSG langsung terjun tajam sejak pembukaan dan sempat menyentuh titik terendah harian di kisaran 4.980-an, sehingga menembus level psikologis 5.000. Setelah itu, indeks berbalik arah dan menguat bertahap, kembali ke zona hijau menjelang pukul 10.00 WIB.

Penguatan berlanjut hingga IHSG mencapai level tertinggi harian di atas 5.120 pada sesi pertama. Indeks sempat terkoreksi di tengah hari, lalu kembali bergerak naik-turun di kisaran 5.080-5.120 hingga akhir perdagangan.

Volume perdagangan tercatat 286,06 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp10,07 triliun. Berdasarkan dataRefinitiv, sektor pendorong IHSG pada hari ini di antaranya utilities dengan penguatan 9,86%, disusul basic materials sebesar 2,57%, academic & educational services 1,22%, dan energy sebesar 0,38%.

Sejumlah saham yang mendorong IHSG naik yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA).

Sementara, saham pemberat laju IHSG pada perdagangan hari ini antara lain PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), dan PT Bayan Resources Tbk. (BYAN).

Hari ini menjadi perdagangan pertama setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Sebanyak 81 saham dikecualikan dengan bobot sekitar 18% terhadap indeks, sehingga jumlah saham yang diperhitungkan tersisa 837.

Berikut sejumlah sentimen dan kabar genting yang wajib dicermati pekan ini:

1. Aturan Baru BEI: Saham HSC Keluar dari IHSG

BEI akan mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG mulai Senin (2/11/2026).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan kebijakan ini tidak serta-merta memicu penurunan atau lonjakan drastis indeks. Bobot saham yang dikeluarkan akan didistribusikan kepada konstituen IHSG lainnya.

2. PMI Manufaktur RI

Pada hari ini, Senin (2/11/2026), S&P Global akan merilis data PMI Manufaktur Indonesia untuk Oktober 2026.

Sebagai catatan, aktivitas manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi pada September 2026 setelah mengalami kontraksi di Agustus.

Data Purchasing Managers' Index (PMI) menunjukkan PMI Indonesia berada di 52,48 di September 2026 atau mengalami ekspansi,

3. Inflasi Oktober 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis inflasi Oktober 2026 pada hari ini Senin (2/11/2026). Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 institusi/lembaga memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik atau mengalami inflasi sebesar 0,24% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Oktober 2026. Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi diperkirakan mencapai 3,25%.

4. Data Manufaktur China

China akan merilis data Indeks PMI manufaktur RatingDog untuk Oktober 2026.

Sebagai catatan, aktivitas manufaktur versi RatingDog menunjukkan indeks naik menjadi 52,1 di September 2026 dari 51,5 pada Agustus, melampaui ekspektasi pasar sebesar 51,6. Capaian ini menandai ekspansi terkuat sejak April.

5. Pemilu Sela AS: Ujian Berat bagi Trump

Pemilu sela AS akan digelar pada Selasa (3/11/2026) waktu setempat. Pemilu akan menentukan penguasaan Kongres dan memengaruhi kemampuan Presiden Donald Trump menjalankan agenda pemerintahannya.

Seluruh 435 kursi DPR AS dan 35 dari 100 kursi Senat akan diperebutkan. Secara historis, partai yang menguasai Gedung Putih cenderung kehilangan kursi DPR dalam pemilu sela.

Survei Reuters/Ipsos yang rampung pada 26 Oktober menunjukkan tingkat persetujuan terhadap Trump sebesar 32%. Demokrat juga unggul dalam preferensi pemilih terdaftar, dengan dukungan 47% dibandingkan 36% untuk Republik.

Hasil pemilu berpotensi memengaruhi arah kebijakan fiskal dan politik AS, sekaligus menjadi perhatian investor global.

6. Data Tenaga Kerja AS

AS akan mengumumkan sejumlah data tenaga kerja pada pekan ini.

Pada Selasa (3/11/2026), data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) untuk September 2026 akan dirilis. Data ini akan menjadi indikator permintaan tenaga kerja melalui jumlah lowongan yang tersedia.

Selanjutnya, laporan ADP untuk September 2026 akan dirilis pada Rabu (4/11/2026).
Data ini akan memberikan gambaran perubahan tenaga kerja sektor swasta, meski tidak dapat dijadikan prediksi langsung laporan tenaga kerja resmi pemerintah atau Nonfarm Payrolls (NFP) karena perbedaan metodologi.

Puncak perhatian tertuju pada Jumat (6/11/2026), saat data NFP dan angka pengangguran Oktober 2026 akan dirilis.

7. Data Manufaktur dan Jasa AS

AS akan mengumumkan data ISM Manufacturing Services Oktober 2026 pada hari ini, Senin (2/12/2026) dan data PMI Manufaktur Oktober 2026 pada Rabu (4/11/2026).

Sebagai catatan, PMI Jasa AS turun menjadi 54,9 di September 2026 dari 55,4 di Agustus, tetapi tetap berada di zona ekspansi selama 27 bulan berturut-turut. Aktivitas bisnis dan pesanan baru melambat, sedangkan tenaga kerja kembali tumbuh tipis.

Sementara itu, PMI Manufaktur AS turun tipis menjadi 54,5 pada September 2026 dari 54,6 pada Agustus, tetapi masih menunjukkan ekspansi yang kuat. Pesanan baru dan tenaga kerja meningkat, sementara produksi melambat.

Share insight ini: