Laba Adhi Karya (ADHI) Melonjak 247% di Kuartal III, Ini Penyebabnya

calendar_today October 23, 2026 at 09:52 person By Admin schedule 2 days ago
Laba Adhi Karya (ADHI) Melonjak 247% di Kuartal III, Ini Penyebabnya

Jakarta, CNBC Indonesia - PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp15,34 miliar hingga kuartal III rahun ini. Capaian tersebut melonjak 247,05% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp4,42 miliar.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), padahal, pendapatan usaha ADHI tercatat Rp5,37 triliun, turun 4,96% dari Rp5,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Seiring dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan turun lebih dalam sebesar 6,71% menjadi Rp4,50 triliun dari Rp4,82 triliun. Akibatnya, laba bruto naik 5,15% menjadi Rp876,58 miliar dari Rp833,66 miliar.


Beban ADHI hingga kuartal III mayoritas mengalami penurunan, beban usaha perseroan turun 3,02% menjadi Rp555,84 miliar dari Rp573,17 miliar. Selain itu, beban penjualan juga turun 24,13% menjadi Rp6,76 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi juga turun 2,69% menjadi Rp549,09 miliar.

Dengan efisiensi tersebut, laba usaha naik 23,13% menjadi Rp320,74 miliar dari Rp260,49 miliar.

Disisi lain, pada pos nonoperasional, bagian laba ventura bersama naik 3,37% menjadi Rp332,47 miliar dari Rp321,64 miliar. Sebaliknya, bagian rugi entitas asosiasi membengkak 141,83% menjadi Rp26,16 miliar dari Rp10,82 miliar.

Meskipun beban keuangan sedikit naik 0,45% menjadi Rp526,06 miliar, Namun pendapatan lainnya bersih turun 52,70% menjadi Rp51,03 miliar dari Rp107,88 miliar.

Dikurangi neban pajak penghasilan final naik 4,93% menjadi Rp131,20 miliar, hasilnya, laba sebelum pajak turun 31,55% menjadi Rp20,81 miliar dari Rp30,40 miliar.

Beban pajak penghasilan tidak final turun 45,55% menjadi Rp4,94 miliar dari Rp9,07 miliar.

Adapun aset ADHI hingga kuartal III tahun ini turun jadi Rp 26,7 triliun dari aset akhir tahun 2025 yang tercatat Rp 27,7 triliun.

Share insight ini: